“Baru kemarin kami dari Pak Menteri dan juga Pak Dirjen kita selalu ada arahan-arahan untuk tentunya mempercepat penambahan kapasitas ini. Jadi akan ada additional partners yang akan bergabung untuk memperkuat ketahanan energi di Indonesia,” tegas dia.
Sekadar informasi, Kementerian ESDM memastikan proses FID Rosnet di proyek Kilang Tuban masih berproses pada awal tahun ini.
Dengan begitu, target rampungnya FID yang sebelumnya dipatok pada kuartal IV-2025 resmi meleset.
“Masih berproses [FID Rosneft di Kilang Tuban],” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, kepada awak media, Rabu (14/1/2026) malam.
Laode belum dapat memastikan kapan FID tersebut ditargetkan rampung, dia hanya menegaskan Rosneft masih melanjutkan proses FID. “Belum, tetapi tetap berproses. Kan masih berproses, kita tunggu ya,” tegas Laode.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam kesempatan terdahulu membeberkan FID Rosneft di Kilang Tuban bakal diputuskan pertengahan Desember 2025.
Bahlil menuturkan Pertamina bersama dengan Rosneft Singapore Pte Ltd tengah berunding terkait dengan keputusan akhir megaproyek kilang tersebut.
“Rosneft lagi melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Adapun megaproyek kilang baru dengan nilai investasi sekitar US$20,7 miliar itu digarap PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).
Pertamina lewat anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), memegang 55% saham PRPP, sedangkan 45% saham lainnya dikuasai Rosneft Singapura.
Setelah tersendat beberapa tahun, FID Rosneft di proyek GRR tersebut semestinya ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025.
(azr/wdh)






























