"Saya mau cek di Cengkareng itu, di Airport Soetta itu di setiap terminal ada, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jadi bagus saya perhatikan," ujarnya.
Terkait gejala virus Nipah, Benjamin menjelaskan bahwa tanda awalnya mirip dengan infeksi virus lain, seperti demam dan panas. Namun, yang membuatnya berbahaya adalah dampak infeksi yang berat pada paru-paru.
"Bahayanya dia infeksinya berat ke paru, menyebabkan pneumonia dan angka mortalitasnya tinggi, angka kematian tinggi," jelas Benjamin.
Meski demikian, Benjamin menyebut jumlah kasus di beberapa negara masih terbatas. Ia mencontohkan di India, kasus yang tercatat sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduknya yang besar.
"Tapi di seluruh India baru dua orang tuh dari 1,5 miliar penduduknya, jadi ya kita waspadalah," katanya.
Benjamin menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintah tetap mengedepankan langkah kewaspadaan dan penguatan pengawasan di pintu masuk negara untuk mencegah risiko penyebaran virus Nipah.
(dec/ros)




























