Saat itu, kedua Kepala Negara juga melakukan penandatanganan tentang misi perdamaian atau board of peace untuk Palestina yang menggeser jadwal.
"Ini kan menggeser berbagai kegiatan. Kemarin waktu di Davos memang kita bicaranya [hanya] masalah perdamaian, Ukraina maupun Gaza," tutur dia.
Adapun, sebelumnya, pertemuan tersebut dijanjikan berlangsung pada akhir Januari 2026. Namun, pertemuan ternyata diundur menjadi pekan kedua Februari mendatang.
Pengunduran pertemuan itu sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Presiden Jakarta pada Rabu pekan kemarin.
Prasetyo juga belum bisa memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi AS untuk menandatangani perjanjian dagang tersebut atau tidak.
Hanya saja, Prasetyo mengamini alasan jadwal kesepakatan dagang mundur dari target semula karena kedua pihak masih mencari titik temu terkait beberapa poin negosiasi.
"Sebagaimana yang sudah pernah juga kami sampaikan, kami terus berusaha untuk bernegosiasi," kata dia.
(ell)





























