Logo Bloomberg Technoz

“Nah ini kita harapkan kalau misalnya ini sudah optimal nanti di akhir bulan ini, itu bisa mencapai harga eceran tertinggi yang telah kita sepengati bersama,” ujarnya. 

Bagaimanapun, Iqbal menegaskan minyak goreng di Indonesia terdapat tiga kategori yakni minyak goreng premium, second brand atau medium, dan Minyakita. Dalam satu bulan rerata konsumsi minyak goreng di Indonesia mencapai 250.000 ton. 

“Nah 250.000 ton itu seharusnya terklasifikasi menjadi tiga bagian ini, yang premium, second brand, dan Minyakita. Minyakita itu hanya diperuntukkan untuk rumah tangga menengah ke bawah, serta pedagang kuliner yang skalanya itu usaha mikro,” jelas Iqbal. 

Sebelumnya, Kantor Staf Presiden (KSP) menyoroti harga Minyakita di tingkat nasional menunjukkan kondisi tidak aman pada pekan keempat Januari 2026 atau menjelang Ramadan. 

Plt Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan KSP Popy Rufaidah menyampaikan harga rata-rata nasional minyak goreng rakyat tersebut mencapai Rp18.000/liter, berada 14,6% di atas HET sebesar Rp15.700/liter. 

Meskipun terdapat koreksi tipis secara bulanan, dia menyebut persoalan Minyakita terletak pada ketidakpatuhan HET distribusi yang belum merata, serta potensi distorsi di rantai pasok, terutama di tingkat retail. 

“Jika tidak ditangani dengan tegas, situasi ini bisa berisiko untuk menahan penurunan inflasi pangan dan menekan daya beli rumah tangga,” kata Popy dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang disiarkan secara daring, Selasa (27/1/2026).

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa disparitas tinggi antara harga rata-rata dan HET Minyakita terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Papua. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat distribusi ke daerah dan memperkuat pengawasan harga di pasar.

“Serta perlu penindakan tegas terhadap pelanggaran agar Minnyakita benar-benar terjangkau bagi masyarakat,” imbuhnya. 

(ain)

No more pages