Logo Bloomberg Technoz

Danantara Beber Potensi Rugi Puluhan Triliun Anak Usaha BUMN

Artha Adventy
29 January 2026 07:20

Ilustrasi Kementerian BUMN (Diolah)
Ilustrasi Kementerian BUMN (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkap potensi rugi yang bersumber dari anak-anak usaha BUMN dapat mencapai hingga Rp50 triliun per tahun.

Potensi tersebut berasal dari kerugian langsung yang tercatat di laporan keuangan anak usaha, serta kerugian tidak langsung akibat struktur usaha berlapis yang dinilai menciptakan inefisiensi.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, kerugian langsung anak usaha BUMN mencapai sekitar Rp20 triliun dalam satu tahun. Sementara itu, kerugian tidak langsung muncul karena sebagian besar entitas yang mengalami rugi merupakan anak perusahaan, bukan induk usaha. Alhasil menimbulkan layering transaction dan inefisiensi operasional.

“Yang mengalami loss itu umumnya adalah anak-anak perusahaan, bukan induknya, dan itu menciptakan inefficiency. Direct loss-nya sekitar Rp20 triliun, sementara indirect loss-nya bisa menambah sekitar Rp30 triliun. Dampaknya mungkin tidak sampai Rp50 triliun, bisa sekitar Rp30 triliun,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Untuk menekan inefisiensi tersebut, Danantara menjalankan program konsolidasi terhadap anak usaha BUMN melalui merger, penutupan, maupun penataan ulang struktur bisnis. Langkah ini ditujukan untuk menghilangkan kerugian struktural dengan biaya tenaga kerja yang relatif terbatas.

Sepanjang tahun lalu, Danantara telah menyelesaikan 21 persoalan yang dinilai mendesak, termasuk penataan di sektor gula, restrukturisasi BUMN karya, Krakatau Steel, serta Garuda Indonesia dan Citilink.

Sebagai contoh, Danantara menyebut proses transformasi yang tengah dilakukan di kelompok BUMN Karya. Dony mengatakan, langkah penyehatan dilakukan dengan penyesuaian nilai aset (impairment), pengurangan anak usaha non-inti, serta penurunan beban utang secara bertahap.

“Tahun lalu kita melakukan proses penyehatan BUMN karya dengan impairment buku terlebih dahulu. Setelah itu, masing-masing melakukan pengurangan anak usaha non-core dan menurunkan utangnya. Tahun ini kita mulai masuk ke dalam penurunan utang BUMN-BUMN Karya,” katanya.