Logo Bloomberg Technoz

Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan para pedagang pada prinsipnya bersedia kembali berjualan jika tuntutannya terpenuhi. 

“Kan pedagang itu concern-nya adalah tidak ingin menjual daging-daging itu di atas harga acuan Rp140 ribu per kg kan," kata Iqbal ditemui seusai konferensi pers.

Menurut Iqbal, pedagang menginginkan harga jual daging sapi tetap sesuai dengan harga acuan penjualan. Karena itu, mereka berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian untuk mencari jalan keluar.

"Saya pikir sih [Ditjen] PKH sudah meredirect untuk memberikan solusi-solusi tertentu ya," tutur Iqbal.

Di sisi lain, dirinya juga telah berkonsultasi dan melihat proses penyelesaian permasalahan tersebut mulai menemukan titik terang.

Saat ditanya apakah pedagang dipastikan sudah kembali berjualan mulai besok, Jumat (23/1/2026), Iqbal menyampaikan harapannya demikian.

"Harapan kita begitu ya," imbuhnya. 

Diketahui, pedagang daging sapi se-Jabodetabek melakukan aksi mogok dagang di seluruh pasar dan RPH mulai hari ini hingga Sabtu (24/1/2026). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes dan keprihatinan harga dan permintaan daging belakangan ini. 

“Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI Bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama dalam surat pemberitahuan.

Wahyu menjelaskan aksi mogok dagang ini lantaran dengan harga sapi timbang hidup dari feedloter yang terlalu tinggi, begitu pula dengan harga karkas dari RPH yang merangkak naik. 

Selain itu, dia menyebut hasil rapat pada 5 Januari 2026 dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah yang tidak terealisasi. 

Penurunan daya beli masyarakat terhadap komoditas daging turut menjadi penyebab aksi ini. Tak hanya itu, dia menambahkan bahwa tingginya harga daging sapi berdampak pada bandar sapi potong dan pedagang daging pasar tradisional se-Jabodetabek dan masyarakat menengah ke bawah.

“Dalam rangka menjaga eksistensi dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam APDI sebagai organisasi dipandang perlu untuk melakukan tindakan,” ujarnya. 

Dalam kaitan itu, Wahyu meminta agar Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman untuk segera menstabilkan harga daging sapi. 

“[..] segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM dihilirisasi,” imbuhnya.

(ell)

No more pages