Myze Hotel Waingapu Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata Sumba Timur

Bloomberg Technoz, Jakarta - Artotel Group resmi memperluas portofolionya ke kawasan Timur Indonesia dengan membuka Myze Hotel Waingapu di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Peresmian ini ditandai dengan seremoni pemotongan pita oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.A.P., sebagai simbol dimulainya babak baru dalam pengembangan destinasi pariwisata di wilayah tersebut.
Berlokasi hanya 10 menit dari Bandara Umbu Mehang Kunda, Myze Hotel Waingapu hadir sebagai akomodasi premium bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Sumba Timur. Lokasinya yang strategis memudahkan akses menuju destinasi unggulan seperti Kampung Raja Prailiu, Bukit Persaudaraan, Pantai Walakiri, Padang Savana Tenau, dan Bukit Warinding.
Hotel ini diharapkan menjadi titik awal ideal untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Sumba Timur. Dengan perpaduan desain modern dan sentuhan lokal, Myze membawa standar baru bagi pengalaman menginap di kawasan timur Indonesia.
Fasilitas Lengkap Bernuansa Budaya Lokal
Myze Hotel Waingapu menawarkan berbagai kategori kamar, mulai dari Studio 32, Studio 45, Studio 65, hingga villa satu dan dua kamar tidur. Seluruh kamar mengusung unsur dekorasi budaya lokal untuk menghadirkan suasana yang autentik bagi para tamu.
Fasilitas publik hotel mencakup outdoor swimming pool, Lodhu Pool & Bar, Rasa Mame Restaurant, gym, Ratu Nggai Spa, serta kids club. Rangkaian fasilitas ini dirancang untuk melayani wisatawan keluarga, individu, hingga tamu yang berencana menginap jangka panjang.
Myze juga menjadi pusat MICE terbesar di Sumba Timur, dilengkapi ballroom berkapasitas hingga 600 orang dan tiga function rooms yang masing-masing menampung hingga 100 orang. Kehadiran fasilitas ini menjadikan Myze sebagai pilihan unggulan untuk konferensi, pernikahan, hingga company outing.
Artotel Group Ungkap Alasan Memilih Waingapu
Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menyampaikan bahwa Sumba Timur memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata baru. “Myze Hotel Waingapu menjadi properti yang eksotis bagi kami karena terletak di wilayah timur Indonesia yang memiliki potensi pariwisata yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Artotel Group ingin mendorong generasi milenial dan Gen Z untuk menjadikan Waingapu sebagai destinasi berlibur. “Hal ini memotivasi kami untuk memajukan destinasi pariwisata Indonesia timur, khususnya Waingapu, dengan berbagai aktivitas mulai dari mengeksplor wisata alam, menjadikannya destinasi pernikahan dan bulan madu, hingga kegiatan pertemuan korporasi dan pemerintahan yang dikombinasikan dengan wisata,” tambahnya.
Eduard juga menegaskan ambisi Artotel untuk mempromosikan Myze ke pasar internasional. Menurutnya, kedekatan geografis dengan Australia dan posisi strategis di kawasan Asia Tenggara membuat Waingapu berpotensi menjadi destinasi favorit baru selain Bali dan Lombok.
PT Nahna Maju Bersama, pemilik Myze Hotel Waingapu, menekankan bahwa hotel ini dibangun bukan sekadar sebagai akomodasi, tetapi juga rumah bagi masyarakat lokal. Mereka menyebut Myze sebagai simbol kebanggaan dan identitas Sumba Timur.
“Myze hadir sebagai destinasi utama bagi wisatawan yang ingin mengeksplor keindahan Indonesia Timur. Dengan konsep yang menyatu dengan alam, Myze menawarkan pengalaman menginap yang autentik, tenang, dan selaras dengan keindahan Sumba,” tegasnya.
Pihak manajemen juga menambahkan bahwa kepemilikan hotel oleh masyarakat Waingapu memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Setiap perkembangan hotel diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan mendukung pertumbuhan Sumba sebagai destinasi wisata dunia.
Promo Pembukaan Hingga 10 Desember 2025
Dalam rangka pembukaan, Myze Hotel Waingapu menawarkan promo menginap spesial yang berlaku hingga 10 Desember 2025. Informasi dan reservasi tersedia melalui situs resmi myzehotelwaingapu.com dan akun Instagram @myzehotelwaingapu.
Dengan fasilitas lengkap, dukungan manajemen profesional, dan pemberdayaan masyarakat lokal, Myze Hotel Waingapu siap menjadi ikon baru pariwisata Sumba Timur dan motor penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia.





























