Logo Bloomberg Technoz

“Seiring waktu, keyakinan kami terhadap prospek permintaan baterai yang kuat dalam beberapa tahun mendatang makin meningkat.”

Harga litium berbalik menguat. (Bloomberg)

Pasar litium dalam beberapa bulan terakhir dilanda gejolak, dengan penangguhan operasi tambang milik produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), menjadi sorotan.

Perusahaan tersebut telah menerima arahan mengenai besaran biaya yang harus dibayar untuk hak penambangan proyek Jianxiawo. Kini, fokus pasar mulai beralih ke sisi permintaan.

“Produsen material katoda lithium iron phosphate (LFP) papan atas sebagian besar beroperasi pada kapasitas penuh untuk memenuhi permintaan dari sektor penyimpanan energi,” ujar Su Jinyi, analis di departemen baterai litium Sublime China Information Co.’s Fubao.

“Ke depan, kinerja kuat dari sistem penyimpanan energi (ESS) bisa menopang permintaan karbonat. Namun, pelaku industri tetap perlu memantau seberapa kuat dan berkelanjutan tren ini akan tercermin di pasar lithium,” katanya.

Kepercayaan yang meningkat terhadap permintaan ESS didorong oleh insentif kebijakan, perbaikan keekonomian proyek, dan rencana ekspansi industri.

Menurut Citigroup, ESS akan memainkan peran yang makin penting, dengan kontribusi sekitar sepertiga dari total permintaan baterai pada 2030, naik dari sekitar 20% tahun lalu.

“Kami menyadari bahwa indikator prospektif untuk permintaan ESS masih terbatas secara historis,” tulis analis Citi. “Namun, kami percaya arus investasi saat ini tidak akan meleset arah.”

Permintaan baterai diperkirakan tumbuh 31% secara tahunan pada 2026. Di dalamnya, permintaan untuk ESS dan kendaraan listrik (EV) masing-masing diprediksi meningkat 45% dan 26%, tambah Citi, sembari menegaskan bahwa potensi dimulainya kembali operasi tambang CATL “tidak akan mengubah pola penurunan stok.”

Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa kenaikan harga lithium belakangan ini mungkin terlalu cepat.

“Kenaikan harga saat ini berlangsung terlalu tajam, dan ada risiko koreksi jika sentimen pasar berbalik arah,” kata Zhang Weixin, analis di China Futures Co.

“Logika perdagangan utama saat ini berpusat pada ekspektasi permintaan yang lebih kuat pada 2026, tetapi pasar litium kemungkinan belum akan menghadapi kekurangan tahun depan.”

(bbn)

No more pages