Logo Bloomberg Technoz

Toto menambahkan, Bank Mandiri akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait potensi penambahan penempatan dana agar kontribusi terhadap perekonomian nasional dapat terus optimal.

Hingga akhir September 2025, total penyaluran dari dana tersebut telah menjangkau lebih dari 24 ribu pelaku usaha di 15 sektor strategis nasional. 

Sektor-sektor berorientasi ekspor, padat karya, dan UMKM menjadi prioritas utama dalam pembiayaan untuk menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan, total penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri per September 2025 mencapai Rp1.764,32 triliun, tumbuh 11% secara tahunan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross bank only tercatat 1,03% dengan rasio pencadangan di level 271%.

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13% secara tahunan menjadi Rp1.884 triliun dengan komposisi dana murah (current account savings account/CASA) sebesar 69,3%. 

Kinerja tersebut turut didukung oleh penguatan ekosistem digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri.

(rtd/spt)

No more pages