Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Perhiasan Emas, Perak dan Batu Mulia RI Capai US$4 Miliar

Redaksi
16 October 2025 10:40

Ilustrasi penjualan perhiasan emas. (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Ilustrasi penjualan perhiasan emas. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustian mencatat, ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai US$4,05 miliar (atau sebesar Rp67 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp 16.554,5) pada periode Januari–Juni 2025, meningkat 23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 3,29 miliar (Rp54,2 triliun).

“Pada tahun 2024, pangsa pasar ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai 2,5% dan menempati posisi ke-12 di dunia, dengan negara tujuan utama seperti Swiss, Hong Kong, India, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania,” kata Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita, dikutip Kamis (16/10/2025).

Reni menambahkan, kinerja positif ini sejalan dengan meningkatnya minat pasar terhadap produk perhiasan emas dalam negeri. Pemerintah pun terus membangun ekosistem yang mendukung penguatan struktur industri perhiasan nasional. 


“Salah satu langkah strategis adalah pembentukan Bank Bullion yang diluncurkan pada Februari 2025 oleh Bapak Presiden RI. Bank ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas dan akses pembiayaan emas bagi industri, memudahkan perolehan bahan baku, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkokoh daya saing industri perhiasan nasional,” jelasnya.

 Sebagai pembina sektor industri, Reni menyebut Kementerian Perindustrian terus mengawal implementasi ekosistem Bank Bullion agar dapat memberikan kemudahan bagi pelaku IKM perhiasan, khususnya dalam memperoleh bahan baku emas.