Haikal menekankan, klaim halal bukan sekadar pernyataan, melainkan hasil pengujian ilmiah dengan standar laboratorium yang diakui. Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang berkembang terkait food tray MBG.
“Dengan 45 penanda yang kita gunakan, hasilnya sudah jelas. Tidak ada indikasi kandungan yang dikhawatirkan. Produk ini halal,” ujarnya lagi.
BPJPH, kata Haikal, terus berkomitmen memberikan jaminan halal pada produk pangan yang beredar, termasuk yang digunakan dalam program pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan kenyamanan konsumsi.
Pernyataan Haikal diharapkan dapat meredam keraguan publik setelah munculnya kabar uji laboratorium food tray MBG di luar negeri. “Kalau di sini sudah diperiksa, hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada isu lagi,” pungkasnya.
Meski demikian, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sendiri pun membantah isu food tray mengandung minyak babi. Kala itu ketika dia sampaikan usai dirinya ditelepon langsung Presiden Prabowo Subianto yang menanyakan soal isu tersebut.
"Itu tadi yang ditanyakan Pak Presiden kenapa saya angkat telepon. Baki makanan itu komponen utamanya logam, salah satunya nikel. Jadi tidak ada minyak di dalam baki makanan. Minyak hanya dipakai saat proses stamping atau pencetakan supaya bahan tidak panas dan mudah dibentuk," jelasnya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (18/9).
Selain itu, Dadan pun telah meminta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengirim tim ke China untuk memeriksa langsung proses pembuatan baki makanan (food tray) yang digunakan dalam program makan bergizi gratis (MBG).
“Saya sudah meminta kepala Badan Penyelenggara Halal untuk berangkat ke China karena mereka yang lebih berwenang melihat apakah minyak itu merupakan minyak nabati atau minyak yang lainnya [babi],” ujarnya.
(dec/spt)





























