Logo Bloomberg Technoz

Sebanyak 30 analis (78,95%) merekomendasikan beli (buy) saham BBRI. Kemudian tujuh analis (18,42%) menyematkan rekomendasi tahan (hold) dan hanya satu (2,63%) yang menyarankan jual (sell).

Dari sisi fundamental, konsensus pasar memperkirakan pendapat bersih BBRI pada 2025 bisa mencapai Rp 208,44 triliun. Tumbuh 19,53% dibandingkan 2024.

Adapun laba bersih tahun ini diperkirakan bisa menyentuh Rp 56,97 triliun. 

Prospek BBRI

Riset Bloomberg Intelligence menyebut, salah satu sentimen positif bagi sektor perbankan Tanah Air adalah likuiditas yang tidak lagi ketat. Ini sangat terbantu oleh penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di bank-bank pelat merah, termasuk BBRI.

“Pertumbuhan simpanan di bank-bank besar kini melampaui pertumbuhan kredit, 11,2% berbanding 9,4%. Penempatan dana pemerintah membantu melonggarkan likuiditas,” tulis riset Bloomberg Intelligence.

Sementara itu, Binaartha Sekuritas dalam risetnya memasang target harga BBRI di Rp 4.480. Artinya, ada potensi keuntungan 32,94% dari posisi saat ini.

“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit BBRI pada 2025 bisa mencapai 8,62%. Ini sesuai dengan target internal BBRI,” sebut riset Binaartha.

Pertumbuhan kredit BBRI, lanjut riset Binaarta, akan ditopang oleh kuatnya dana murah (Current Account-Saving Account/CASA). Per Juni, rasio CASA berada di 65,5% atau naik 233 basis poin (bps) secara tahunan. Binaartha memperkirakan rasio CASA bisa mencapai 66,19% pada Desember. 

“Dengan pendekatan Dividend DIscount Model (DDM), kami menetapkan target harga BBRI di Rp 4.480. Ini mewakili 1,99 kali dari Price-Book Value (PBV) dan berpotensi bertambah 10,62%. Kami mempertahankan rekomendasi beli,” tegas Binaartha.

(red)

No more pages