Selain itu, dia menambahkan, rupiah kembali ditutup menguat sampai penutupan perdagangan hari ini ke level Rp16.680 per dolar AS.
“Jadi nilai tukar suatu negara cenderung menguat ketika modal asing masuk,” kata Purbaya.
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 berada di level 5,12% secara tahunan. Angka pertumbuhan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kinerja kuartal I-2025 sebesar 4,87%.
Level kinerja ekonomi ini juga jauh lebih tinggi dibanding konsensus Bloomberg yang menghasilkan median proyeksi pertumbuhan sebesar 4,8% saat itu.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 diproyeksikan hanya tumbuh 0,95% secara kuartalan, menurut survei Bloomberg terhadap para ekonom yang dirilis hari ini.
Prediksi tersebut lebih rendah dibanding perkiraan survei sebelumnya, yang memperkirakan laju Produk Domestik Bruto pada kuartal ketiga akan mencapai 1% secara kuartalan.
Prediksi itu bila tercapai maka menjadi laju perlambatan yang tajam menilik pada kuartal sebelumnya, ekonomi RI tumbuh 4,04% quarter-to-quarter, setelah pada kuartal I-2025 terkontraksi atau tumbuh negatif 0,98% meski ada perayaan Ramadan dan Lebaran, seperti dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik.
Sementara itu, dalam hitungan tahunan (year-on-year), perekonomian domestik diperkirakan tumbuh 4,8% pada kuartal III-2025, tak berubah dari proyeksi sebelumnya.
Hanya, bila prediksi tersebut terealisasi, itu juga akan menjadi perlambatan yang cukup dalam mengingat pada kuartal II lalu, perekonomian Indonesia tak terduga tumbuh melampaui angka 5%, tepatnya 5,12% bahkan ketika tidak ada musim perayaan yang biasanya mengungkit permintaan domestik.
Survei juga memprediksi, laju PDB pada kuartal IV-2025 akan melambat dengan pertumbuhan cuma 4,7% year-on-year.
Alhasil pada keseluruhan tahun, ekonomi RI diprediksi tumbuh hanya 4,9% tahun ini dan selanjutnya pada 2026 lajunya tak berubah. Baru pada 2027, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sedikit naik jadi 5%.
(naw)

























