Tak hanya itu, saat ini sudah ada 41 bank yang berperan sebagai penyalur program FLPP yang telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan BP Tapera. Mereka di antaranya adalah Bank Tabungan Negara (BTN), BTN Syariah, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI).
Adapun, realisasi penyaluran FLPP adalah 183.085 unit senilai Rp22,71 triliun per 26 September 2025. Penerimanya adalah 75,15% swasta; 12,91% wiraswasta; 7,04% pegawai negeri sipil (PNS); 2,92% lainnya; dan 1,97% TNI/Polri.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan wilayah penerima kuota FLPP paling banyak, yakni 23,9%; diikuti oleh Jawa Tengah sebesar 8,6%; dan Sulawesi Selatan sebanyak 8,1%.
"FLPP memiliki berbagai kemudahan fasilitas uang muka hanya 1%, bunga tetap 5% sampai lunas dan tenor cicilan yang panjang hingga 20 tahun. Dalam hal ini angsuran sudah termasuk asuransi jiwa, kebakaran dan asuransi kredit," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menghadiri agenda akad massal 26.000 KPR FLPP dan serah terima kunci di 100 titik secara daring dan luring.
Prabowo mengatakan, Kabinet Merah Putih mematok target penyaluran 3 juta rumah. Selain karena bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, sektor perumahan juga dianggap sebagai motor pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
"Janjinya [Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait] 25.000 unit, tetapi yang dihasilkan 26.000 unit," ujar Prabowo.
(ain)




























