Logo Bloomberg Technoz

Dia juga mengundang pemerintah asing untuk mengirim personel ke negaranya untuk dilatih, seiring Beijing berusaha mempererat hubungan militer dengan negara-negara yang sependapat.

Beberapa mitra tersebut tampil menonjol dalam parade militer sepuluh tahunan Beijing awal bulan ini. Saat itu, Presiden China Xi Jinping berdiri bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Lapangan Tiananmen, menyaksikan pasukan memamerkan senjata-senjata canggih, termasuk rudal yang mampu menyerang daratan AS.

Beberapa hari sebelum parade, foto-foto pertemuan tak terencana antara PM India Narendra Modi dan Vladimir Putin turut memperkuat proyek politik Xi Jinping yang telah berlangsung selama satu dekade untuk membangun alternatif bagi tatanan dunia yang dipimpin AS.

Pada pertemuan tersebut, Dong mengatakan China tidak bermaksud "menggulingkan" tatanan tersebut, meski militer negaranya semakin agresif di kawasan tersebut.

Kapal-kapal Filipina dan China bertabrakan pada Selasa di dekat beting sengketa Laut China Selatan (LCS), di mana kapal-kapal penjaga pantai China menembakkan meriam air saat ketegangan meningkat akibat sengketa maritim yang berkepanjangan antara kedua negara.

Dong mengatakan China akan mempercepat konsultasi mengenai kode etik di perairan kaya sumber daya tersebut. Padahal perundingan dengan negara-negara lain yang juga mengklaim wilayah tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa hasil signifikan.

Ia mengecam latihan kebebasan navigasi sebagai tantangan terhadap "norma-norma dasar" yang mengatur hubungan internasional. AS dan sekutunya secara rutin melakukan operasi tersebut untuk menunjukkan bahwa LCS merupakan perairan internasional—tindakan yang dianggap provokatif oleh Beijing.

Menurut Kemhan China, lebih dari 100 negara, termasuk Vietnam, Singapura, Rusia, Prancis, Nigeria, dan Brasil, mengirim perwakilan ke forum tersebut. Atase Pertahanan AS di Beijing akan mewakili Departemen Pertahanan di forum Xiangshan.

(bbn)

No more pages