Program ini terdiri dari delapan program akselerasi ekonomi 2025, empat program berlanjut pada 2026, dan lima program andalan pemerintah untuk menyerap tenaga kerja.
Menurut Farhan, di industri tekstil sendiri biaya yang bisa ditekan dan berdampak jangka panjang yakni insentif tarif listrik dan energi. Katanya, hal ini bisa membuat industri dapat berdaya saing dengan produk asing. Selain itu, perlindungan pasar domestik berupa tarif atau bea masuk, bisa jadi tools [alat] yang tepat tanpa harus mengeluarkan keuangan negara.
"Makanya, gaya teknokratis melalui kajian akademis dan partisipasi publik dan pelaku ekonomi perlu dipertimbangkan pemerintah," jelasnya.
8 Program Akselerasi Program 2025:
Program magang lulusan perguruan tinggi (maksimal fresh graduted 1 tahun)
Perluasan pph pasal 21 DTP untuk pekerja di sektor terkait pariwisata
Bantuan pangan periode Oktober-November 2025
Diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi BPU transportasi online/ojol (termasuk ojek pengkalan, sopir, kurir, dan logistik) selama 6 tahun
Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahn BPJS Ketenagakerjaan
Program Padat Karya Tunai (cash for work) Kemenhub dan KemenPu
Program Deregulasi Implementasi PP28/2025
Program Perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta) perbaikan kualitas pemukiman dan penyediaan platform pemasaran dan Gigs UMKM.
4 Program Dilanjutkan Pada 2026:
1. Perpanjangan jangka waktu pemanfaatan PPh Final 0,5% bagi Wajib Pajak UMKM Tahun 2026 serta Penyesuaian Penerima PPh Final 0,5% bagi Wajib Pajak UM KM.
2. Perpanjangan PPh 21 DTP untuk Pekerja di Sektor terkait Pariwisata (APBN 2026)
3. PPh Pasal 21 DTP - untuk Pekerja di Industri Padat Karya (APBN 2026)
4. Program Diskon luran JKK dan JKM untuk semua penerima Bukan Penerima Upah (BPU).
5 Program Penyerapan Tenaga Kerja:
1. Operasional KDKMP (Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih)
2. Replanting di Perkebunan Rakyat
3. Kampung Nelayan Merah Putih
4. Revitalisasi Tambak Pantura
5. Modernisasi Kapal Nelayan.
(ain)






























