Logo Bloomberg Technoz

Senada, Direktur Strategic Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji, menambahkan bahwa pembagian dividen baik interim maupun final akan mempertimbangkan realisasi laba bersih, kebutuhan investasi, serta kondisi keuangan perusahaan.

“Normalnya dividen payout ratio Telkom di kisaran 60% hingga 90%, konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan arus kas yang sehat dan disiplin dalam belanja modal, kami optimis dividen tetap terjaga di level yang kompetitif dan menarik bagi pemegang saham,” tegas dia.

Meski menghadapi tantangan pertumbuhan laba, manajemen Telkom memastikan disiplin pengelolaan keuangan dan strategi efisiensi tetap dijalankan. Perseroan berharap strategi tersebut dapat menjaga ruang bagi pembagian dividen yang stabil, sekaligus mendukung agenda transformasi digital perusahaan.

Persaingan Ketat di Pulau Jawa Tekan Kinerja Telkomsel

Perusahaan telekomunikasi plat merah ini juga menyatakan tengah menghadapi tantangan serius dari persaingan keta di Pulau Jawa. Hal tet sebut menjadi salah satu faktor penyebab pendapatan dan laba menurun meski kinerja kuat. Adapun tekanan paling terasa adalah pada kinerja Telkomsel, anak usaha perusahaan. 

“Dari sisi seluler, masih ada drag dari layanan legacy seperti voice dan SMS, Dari sisi IndiHome, meskipun pelanggan bertambah, ada tekanan harga dan persaingan ketat di Jawa.” ucap Basyir.

Selain itu, Telkomsel juga masih menanggung dampak dari investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). 

“Jumlah keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp308 miliar. Sementara, jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar untuk periode 2024 sebesar Rp403 miliar,” demikian ujar Manajemen perseroan beberapa waktu lalu.

Kondisi itu turut memengaruhi laba usaha Telkom di kuartal I-2024 yang turun tipis menjadi Rp11 triliun dari Rp11,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Meski pihak manajemen TLKM mengakui kinerja semester I-2025 menunjukkan adanya sejumlah tekanan, namun mereka menegaskan, fundamental perseroan tetap solid. Terdapat ruang perbaikan yang diharapkan muncul pada paruh kedua tahun ini.

Dukungan utama diperkirakan datang dari pertumbuhan layanan digital, bisnis B2B enterprise, serta upaya efisiensi biaya. Dengan strategi tersebut, Telkom optimistis target kinerja hingga akhir tahun masih berada dalam jalur yang sesuai rencana.

(rtd/wep)

No more pages