Logo Bloomberg Technoz

Tolak Tambah Kuota Impor, ESDM Bantah Hambat Bisnis SPBU Swasta

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 September 2025 15:40

Pengendara antre mengisi BBM di SPBU Shell, Radio Dalam, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara antre mengisi BBM di SPBU Shell, Radio Dalam, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah bahwa pemerintah menghambat bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dengan sengaja menghambat perizinan impor bahan bakar minyak (BBM).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan arahan pemerintah agar SPBU swasta membeli BBM dari PT Pertamina (Persero), alih-alih menambah rekomendasi kuota impor, justru ditujukan untuk penataan bisnis hilir migas alih-alih melanggengkan monopoli BUMN.

“Ini adalah dalam rangka penataan. Ini akan kita selesaikan secepatnya,” ujarnya saat ditemui di areal Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2025).


Yuliot menambahkan kementeriannya hari ini akan kembali memanggil badan usaha (BU) hilir migas seperti Shell Indonesia dan BP-AKR, beserta PT Pertamina (Persero), untuk melanjutkan diskusi ihwal sengkarut pasokan BBM nonsubsidi di SPBU swasta.

“Siang ini kita juga akan duduk bersama dengan badan usaha, juga dengan Pertamina, bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan,” tegasnya.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung selepas menghadiri Sidang Tahunan MPR 2025, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska Dewi)