Sejumlah saham emiten emas yang menempati jajaran top gainers:
- Aneka Tambang (ANTM) menguat 3,61% di posisi Rp3.740
- Archi Indonesia (ARCI) menguat 3,37% di posisi Rp920
- Hartadinata Abadi (HRTA) menguat 2,97% di posisi Rp865
- United Tractors (UNTR) menguat 2,93% di posisi Rp27.225
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menguat 0,99% di posisi Rp510
- Medco Energi Internasional (MEDC) menguat 0,82% di posisi Rp1.225
Daftar saham LQ45 yang menguat:
- Bank Tabungan Negara (BBTN) menguat 5,63% di posisi Rp1.220
- Astra International (ASII) menguat 1,38% di posisi Rp5.500
- Adaro Andalan Indonesia (AADI) menguat 0,71% di posisi Rp7.125
- Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menguat 0,59% di posisi Rp1.700
- Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menguat 0,22% di posisi Rp4.540
The Fed Akan Pangkas Bunga Dorong Harga Emas
Harga emas melejit seiring dengan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter, terutama di Amerika Serikat (AS). Pasar percaya diri terhadap Bank Sentral Federal Reserve akan menurunkan suku bunga acuan dalam rapat bulan ini.
Mengutip CME FedWatch Tools, kemungkinan Federal Funds Rate diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4–4,25% dalam pertemuan September mencapai 89,4%. Sementara peluang pemangkasan 50 bps ke 3,75–4% adalah 10,6%. Tidak ada probabilitas yang menunjukkan suku bunga acuan bakal bertahan di 4,25–4,5%, dengan kata lain, hampir tidak mungkin The Fed akan Hold bunga acuan.
Keyakinan investor makin kuat dengan rilis data ketenagakerjaan terbaru. Pekan lalu, US Bureau of Labor Statistics mengumumkan perekonomian Negeri Adikuasa menciptakan 22.000 lapangan kerja non-pertanian (non-Farm Payroll) pada Agustus. Jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 79.000.
Sementara tingkat pengangguran pada Agustus tercatat 4,2%. Ini menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2021 atau hampir 4 tahun.
Data ini mengindikasikan pasar tenaga kerja AS melambat signifikan. Artinya, kebutuhan akan stimulus moneter membesar.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Goldman Sachs Group Inc. pekan lalu memprediksi harga emas bisa melonjak hingga hampir US$5.000/troy ons jika independensi The Fed terganggu dan investor mengalihkan sebagian kecil kepemilikan obligasi pemerintah AS mereka ke emas batangan.
(fad)




























