Logo Bloomberg Technoz

Meski indeks saham acuan sempat bangkit 19% dari titik terendah Juni, pasar saham Thailand masih menjadi yang terburuk di Asia tahun ini. Baht justru menguat hampir 6% terhadap dolar AS sepanjang 2025, didukung pelemahan dolar global dan reli harga emas, serta stabil usai kemenangan Anutin.

Anutin (58 tahun) meraih 311 suara di majelis rendah, lebih dari dua kali lipat lawannya, Chaikasem Nitisiri, kandidat yang didukung keluarga Shinawatra. Mantan pengusaha konstruksi itu menang berkat dukungan Partai Rakyat, blok pro-demokrasi terbesar, dengan syarat ia berjanji menggelar pemilu baru dalam empat bulan serta mengambil langkah untuk merevisi konstitusi.

Ia menggantikan Paetongtarn Shinawatra, putri bungsu Thaksin, yang dicopot Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran etika. Runtuhnya koalisi Paetongtarn menandai bubarnya kesepakatan antara Partai Pheu Thai dengan sejumlah partai konservatif dan pro-royalis.

Anutin, yang sebelumnya menjadi bagian dari koalisi tersebut, kini memimpin pemerintahan bersama partai-partai pro-kemapanan yang pada 2023 sempat menggagalkan Partai Move Forward — pendahulu Partai Rakyat — untuk berkuasa.

Usai pemungutan suara, Anutin menegaskan kepada wartawan, “tidak ada libur untuk saya,” mengingat masa pemerintahannya yang terbatas.

“Pemungutan suara hari ini meredakan drama politik seketika dan kemungkinan besar menghindarkan Thailand dari pemilu kilat tahun ini,” kata Peter Mumford, Kepala Praktik Asia Tenggara Eurasia Group. “Namun permainan politik di Thailand kemungkinan akan terus berlanjut, terutama saat Anutin berupaya memperluas koalisinya dan masa depan Pheu Thai masih penuh ketidakpastian.”

Tantangan besar sudah menanti perdana menteri baru ini, mulai dari ekonomi yang lesu akibat perang dagang Presiden AS Donald Trump hingga sengketa perbatasan dengan Kamboja. Pemerintah bahkan memproyeksikan pertumbuhan hanya 2% tahun ini, kurang dari setengah laju ekonomi Indonesia maupun Filipina.

Raja Koalisi

Anutin pernah duduk di kabinet lintas spektrum politik Thailand, dari populis Thaksin, pemimpin kudeta Prayuth Chan-Ocha, hingga Paetongtarn. Selama hampir satu dekade, ia dikenal sebagai “raja koalisi,” memanfaatkan jaringan daerah dan hubungan bisnis. Kabel diplomatik AS yang bocor via WikiLeaks pada 2009 bahkan menggambarkannya dekat dengan putra mahkota kala itu.

Putra mantan perdana menteri sementara Chavarat Charnvirakul ini juga populer karena mendorong dekriminalisasi ganja. Lulusan teknik, ia sempat memimpin perusahaan keluarga Sino-Thai Engineering & Construction (kini Stecon Group Pcl) sebelum terjun penuh ke politik.

Rekam jejaknya yang pro-bisnis diperkirakan dapat sedikit menenangkan pelaku usaha dan investor. Tahun ini, investor asing sudah menarik dana bersih sekitar US$2,5 miliar dari pasar saham Thailand.

Namun, “masih perlu dilihat apa yang bisa dilakukan perdana menteri dalam waktu sesingkat ini,” kata Lavanya Venkateswaran, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura. “Perannya kemungkinan lebih pada menyiapkan panggung menuju pemilu berikutnya.”

(bbn)

No more pages