Secara akumulasi, saham PGAS turun 0,59% dalam sepekan perdagangan dan melemah 6,34% dalam tiga bulan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp31,21 triliun.
Rekomendasi analis tersebut sejalan dengan laporan kinerja PGAS sepanjang semester I-2025. Laba bersih PGAS merosot 22,60% menjadi US$144,42 juta atau sekitar Rp2,37 triliun pada semester I-2025.
Mengacu laporan keuangan per 30 Agustus 2025, PGAS sebenarnya berhasil membukukan kenaikan pendapatan 5,37% secara tahunan (yoy) menjadi US$1,94 miliar. Namun, pertumbuhan itu tergerus lonjakan beban pokok pendapatan yang naik 13,02% yoy menjadi US$1,62 miliar. Kondisi tersebut membuat laba kotor perusahaan terkoreksi 21,51% yoy menjadi US$319,62 juta.
Perusahaan juga mencatat perbaikan dari sisi bagian laba ventura bersama yang naik 13,89% menjadi US$42,75 juta serta pendapatan keuangan yang meningkat 22,56% yoy menjadi US$37,83 juta. Kendati demikian, tambahan pendapatan itu tak cukup menahan beban yang membengkak. Beban umum tercatat naik 10,95%, sementara beban lain-lain melonjak hingga 63,45%.
Tekanan kian besar setelah PGAS menderita rugi selisih kurs sebesar US$15,95 juta, sehingga laba bersih perseroan semakin tertekan.
(dhf)































