Logo Bloomberg Technoz

Pihak Danantara telah memberikan suntikan dana senilai Rp 1,5 triliun kepada ID FOOD pada akhir Agustus lalu sebagai  tindak lanjut terhadap usulan penguatan Cadangan Gula Pemerintah yang disampaikan melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional kepada Menteri BUMN tertanggal 14 Agustus 2025 dengan tembusan salah satunya ke Danantara.

Dalam warkat itu, Bapanas menyebut adanya  target stok Cadangan Gula Pemerintah minimal dikelola dan stok akhir tahun 2025. Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 40 Tahun 2025 tanggal 13 Maret 2025, ditetapkan target stok CGP minimal dikelola di angka 260 ribu ton dan stok akhir tahun 2025 di angka 26 ribu ton. Sementara per 1 September, stok CGP totalnya 170 ribu ton yang ada di ID FOOD dan Perum Bulog.

Bapanas menyebut,  per 29 Agustus realisasi serapan gula petani totalnya telah mencapai 49,9 ribu ton. Ini terdiri dari ID FOOD Group 21,5 ribu ton. Lalu asosiasi pedagang 21,59 ribu ton dan SGN 6,9 ribu ton. Sisa target serapan yang belum terserap 31,9 ribu ton dan akan dilakukan secara bertahap setiap minggu atau saat periode pelaksanaan lelang gula petani.

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan jika Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak agar Badan Pengelola  Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia dapat segera menyerap gula petani senilai Rp1,5 triliun. 

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTRI M Nur Khabsyin mengungkapkan saat ini proses pembelian gula petani oleh Danantara masih dalam proses administrasi. Dia menyebut Danantara hingga saat ini belum melakukan pembayaran gula ke para petani. 

“Kami mohon itu [Danantara membeli gula petani] secepatnya dibayarkan ke petani. Jadi belum ada pembayaran ke petani. Kami mohon proses administrasinya dibayarkan, sehingga petani yang sudah nunggu 2 bulan ini bisa dibayari,” kata Khabsyin, ditemui di sela Seminar Ekosistem Gula Nasional, Rabu (27/8/2025). 

Dia menyampaikan sebanyak 100.000 ton gula petani masih belum terserap dan menumpuk di gudang selama dua bulan. Untuk itu, dia meminta agar Danantara tak hanya menyerap gula dari 7 pabrik, melainkan juga perlu membeli dari pabrik BUMN maupun swasta. 

“Jangan dibeda-bedain. Swasta ini juga ada yang belum laku dan itu juga perlu diserap,” ujarnya. 

(ell)

No more pages