Tak lama setelah kedua pemimpin itu bertemu, Interfax melaporkan Alexey Miller, CEO raksasa gas Rusia Gazprom PJSC, mengatakan kesepakatan telah dicapai mengenai proyek yang telah lama dibahas, yakni mengalihkan pasokan gas ke China dari ladang-ladang yang dulu melayani Eropa.
Xi dan Putin mempererat kedua negara sejak Rusia invasi Ukraina pada awal 2022. Xi memanfaatkan pertemuan Blok Keamanan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan parade militer besar di ibu kota China pekan ini untuk mempererat hubungan dengan Putin dan pemimpin dunia lainnya, terutama Perdana Menteri India Narendra Modi.
Upaya diplomatik ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif atas ekspor negara-negara di seluruh dunia, termasuk China dan India.
Hubungan Beijing dan Moskow yang hangat menguntungkan kedua belah pihak, saat ekonomi Rusia bergulat dengan sanksi Barat yang dijatuhkan atas serangannya terhadap Ukraina. Menurut data bea cukai China, perdagangan bilateral mencapai rekor baru sebesar US$245 miliar pada 2024, naik 68% dari 2021.
Putin mengunjungi Beijing untuk menghadiri parade militer besar yang menandai peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Ini merupakan balasan atas kunjungan Xi ke Moskow awal tahun ini untuk menghadiri acara serupa, memperingati kemenangan Rusia atas Nazi. Pasukan China berpartisipasi dalam parade 9 Mei di Lapangan Merah, membentuk kontingen asing terbesar.
Kedua pemimpin juga menyelaraskan pesan mereka tentang Perang Dunia II untuk menonjolkan kontribusi negara mereka terhadap upaya perang, sambil mengecilkan peran AS. Dalam pertemuannya pada Selasa dengan Xi, Putin mengatakan keputusan untuk merayakan bersama peringatan kemenangan negara mereka memiliki "makna khusus."
"Ini merupakan penghormatan atas prestasi rakyat kita—rakyat Rusia dan China—selama Perang Dunia II, penegasan peran kunci negara kita dalam meraih kemenangan di medan operasi militer Eropa dan Asia, bukti kesiapan bersama kita untuk membela kebenaran dan keadilan sejarah," beber Putin.
Versi sejarah yang disukai Putin—yang banyak dicemooh di luar Rusia—ialah bahwa Ukraina bukanlah negara yang sah dan orang Rusia dan Ukraina adalah satu bangsa.
Putin juga menghadiri acara SCO di Tianjin, dekat Beijing, selama dua hari terakhir. Xi memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati sekutu internasional terdekatnya. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global karena tarif Trump mengganggu arus perdagangan internasional dan perang regional terus berkobar.
Tanpa menyebut negara mana pun, Xi menyerukan SCO untuk "menentang mentalitas Perang Dingin, konfrontasi blok, dan praktik intimidasi"—referensi terselubung terhadap yang disebut Beijing sebagai taktik tangan besi AS dalam perang dagang.
Di KTT tersebut, Xi juga berhasil mengamankan kesepakatan dari negara-negara mitra untuk mendirikan bank pembangunan baru. Meski China tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang lembaga tersebut, kesepakatan ini menandai kemenangan bagi Beijing, yang telah berusaha mendirikan bank itu sejak 2010.
(bbn)






























