Samsung bernasib seperti Apple, yang secara tahunan justru tumbuh negatif 3% dengan peringkat pangsa pasar perangkat smartwatch di 6%.
Pasar smartwatch diperkirakan akan terus pulih pada 2025 dan dapat tumbuh sebesar 7%, seperti yang dicatat dalam laporan Counterpoint Research’s Global Smartwatch Shipments Tracker, Q2 2025.
Dalam paparan, Counterpoint percaya atas kebangkitan permintaan secara global atas smartwatch, khususnya di pasar terpentingnya, China.
“Pasar smartwatch China mengalami pertumbuhan signifikan didorong oleh kesadaran kesehatan yang meningkat, integrasi AI dan IoT, serta preferensi konsumen terhadap perangkat multifungsi dan ekosistem” tulis Counterpoint.
Kepemimpinan yang diraih smartwatch Huawei adalah akumulasi dari dukungan pasar atas produk perusahaan yang berada di rentang harga US$100–US$400 dengan lini yang terus diperkenalkan secara luas, tidak terbatas pada pasar China.
Di lain sisi, perangkat smartwatch juga semakin kuat dalam integrasi fitur komunikasi, navigasi, hingga kebugaran. Hal yang mendorong perangkat ini terus berkembang.
“Seiring dengan pencarian konsumen akan kenyamanan, konektivitas, dan wawasan kesehatan secara real-time, smartwatch semakin menjadi pusat interaksi digital sehari-hari,” tulis laporan tersebut.
(red/wep)































