Logo Bloomberg Technoz

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

“Harga emas ‘hidup’ karena faktor fundamental dan teknikal bertemu. Resisten di US$ 3.450/troy ons sudah tertembus, sehingga memantik momentum beli,” kata Charu Chanana, Strategist di Saxo Capital Markets Pte, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 71.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Akan tetapi, RSI di atas 70 juga menjadi sinyal sudah tergolong jenuh beli (overbought).

Hawa overbought kian terasa dengan indikator Stochastic RSI yang sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.

Oleh karena itu, rasanya investor patut hati-hati karena harga emas bisa turun hari ini. Maklum, mungkin sudah saatnya konsolidasi mengingat harga yang sudah naik lumayan tinggi.

Dalam sepekan terakhir, harga emas membukukan kenaikan 3,34% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 3,12%.

Sepanjang 2025 (year-to-date), harga emas sudah melesat 32,59%. Dalam setahun, harga meroket 39,34%.

Hari ini, waspadai pivot point di US$ 3.469/troy ons. Dari pivot point tersebut, harga emas kemungkinan akan menguji support US$ 3.454/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5.

Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 3,417/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Adapun jika naik, maka target resisten terdekat adalah US$ 3.484/troy ons. Penembusan di titik ini akan mendongkrak harga emas dengan target paling optimistis di US$ 3.558/troy ons.

(aji)

No more pages