Logo Bloomberg Technoz

Reydi juga memberi wejangan, “sediakan cash tambahan untuk menangkap peluang di harga yang lebih rendah.

Rekomendasi Saham

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Reydi menyebutkan sektor perbankan patut dicermati karena berpotensi mendapat katalis positif dari tren penurunan suku bunga di tengah kabar dinamika sosial dan politik domestik.

Sementara bagi investor yang lebih agresif, saham yang berkorelasi dengan emas bisa menjadi opsi. Pasalnya instrumen emas kerap dijadikan aset lindung nilai saat terjadi gejolak politik maupun sosial.

Sektor lain yang patut dijadikan alternatif sorotan pelaku pasar adalah sektor terkait energi terbarukan dan konsumsi domestik, dalam jangka menengah, kata Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian.

Pakar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy menambahkan, situasi ini bisa menjadi momentum bagi investor untuk mengoleksi saham-saham big caps dengan fundamental kuat. 

“Belilah saham-saham big caps berfundamental bagus yang turun harganya karena dijual secara masif oleh investor asing,” saran Budi, yang meyakini pula bahwa pasar mungkin akan mengambil posisi wait and see sementara, “saya pikir tidak sampai seminggu.”

-Dengan asistensi Artha Adventy dan Whery Enggo Prayogi.

(red)

No more pages