Logo Bloomberg Technoz

“Setiap ketidakpastian terkait independensi The Fed akan memicu arus modal ke emas. Harga juga berpeluang naik karena kemungkinan aksi beli dari berbagai bank sentral pada September,” ujar Frank Monkam, Head of Macro Trading di Buffalo Bayou Commodities, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana proyeksi harga emas bulan ini? Apakah masih kuat menanjak atau justru terdepak?

Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 86. 

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI di atas 70 juga menjadi sinyal sudah tergolong jenuh beli (overbought).

Aura overbought kian terasa dengan indikator Stochastic RSI yang sudah mencapai 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.

Oleh karena itu, sepertinya investor patut waspada dengan penurunan harga emas bulan ini. Cermati pivot point di US$ 3.333/troy ons.

Target support terdekat adalah US$ 3.325/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 3.068/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 3.438/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas di kisaran US$ 3.503-3.568/troy ons.

(aji)

No more pages