Logo Bloomberg Technoz

Fajriyah berharap pengurusan direksi dan komisaris yang baru dapat meningkatkan kinerja perseroan di tengah sejumlah tantangan di industri minyak dan gas (migas) saat ini.

Pemegang saham turut mengangkat nama-nama baru di susunan direksi di antaranya Catur Dermawan, Aldiansyah Idham, Mirza Mahendra, Hery Murahmanta dan Eri Surya Kelana.

Sementara itu, nama-nama anyar dalam susunan dewan komisaris di antaranya Edward Omar Sharif Hiariej, Rambe Kamarulzaman, Thanon Aria Dewangga, Conny Loylta Rumondor dan Widjono Hardjanto.

Di sisi lain, Fajriyah mengatakan, perseroan bakal berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi demi keterjangkauan masyarakat.

“Diversifikasi bisnis gas bumi juga akan terus berkembang untuk mengoptimalkan peran gas bumi dalam rangka percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission,” kata dia.

Berikut Susunan Dewan Komisaris & Dewan Direksi PGAS yang Baru:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo

Komisaris : Edward Omar Sharif Hiariej

Komisaris : Rambe Kamarulzaman

Komisaris : Thanon Aria Dewangga

Komisaris Independen : Conny Lolyta Rumondor

Komisaris Independen : Widjono Hardjanto

Dewan Direksi

Direktur Utama : Arief Kurnia Risdianto

Direktur Keuangan : Catur Dermawan

Direktur Komersial : Aldiansyah Idham

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Mirza Mahendra

Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Hery Murahmanta

Direktur Manajemen Risiko : Eri Surya Kelana

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis : Rachmat Hutama

Perombakan jajaran direksi dan komisaris itu terjadi selepas perusahaan gas negara tersebut mencatatkan kinerja minus sepanjang kuartal I-2025.

Laba bersih PGN merosot 48,8% secara tahunan menjadi US$62,02 juta atau setara sekitar Rp1,04 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, PGN mencatat laba sebesar US$121,14 juta.

Sinyal penurunan laba bersih PGAS sudah tercermin dari top line perusahaan. Pendapatan PGAS hanya naik tipis 1,81% secara tahunan menjadi US$966,56 juta dari sebelumnya US$949,33 juta. 

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari penjualan gas bumi, terutama kepada pelanggan industri dan komersial senilai US$655,54 juta, serta rumah tangga sebesar US$12,25 juta.

Namun, peningkatan pendapatan tersebut dibayangi oleh lonjakan beban pokok pendapatan yang naik 11,98% secara tahunan menjadi US$825,95 juta, dibandingkan US$737,56 juta pada kuartal I-2024. Kenaikan biaya ini turut menggerus margin keuntungan perseroan.

(naw)

No more pages