Manajemen memastikan bukan menjadi agenda terakhir. Masih ada rencana investasi lainnya di sektor lain, meski belum diungkap siapa yang menjadi target.
"Tidak menutup kemungkinan juga ke depannya kami investasi di sektor lain yang berpotensi,” kata Rudy.
Sepanjang paruh waktu pertama tahun ini, ASII juga mencatat realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp8,8 triliun sepanjang semester I/2025.
Mayoritas dana tersebut disalurkan untuk pembelian alat berat di bisnis kontrak pertambangan, disusul kebutuhan replanting dan perawatan di Astra Agro Lestari, serta pembelian mesin produksi Astra Otoparts. Sebagian capex juga digunakan untuk renovasi dan ekspansi cabang pada bisnis otomotif.
Pada awal tahun, ASII menyiapkan alokasi capex sekitar Rp26 triliun. Namun realisasi sepanjang tahun diperkirakan akan disesuaikan dengan kondisi bisnis yang dinilai cukup menantang.
“Kami akan sesuaikan dengan yang seharusnya kami spend dengan kondisi bisnis saat ini,” kata Rudy.
(dhf)






























