Logo Bloomberg Technoz

"Tapi secara epidemiologis ada arahnya data menunjukkan bahwa ini bisa berdampak pada juga risiko kanker," ujarnya.

Selain itu, pasien juga berpotensi mengalami gangguan kandung empedu, batu empedu dan juga efek pada ginjal akibat dehidrasi berulang.

Tak hanya penyakit yang mengintai, dampak psikologis atau ketergantungan juga bisa terjadi.

"Karena banyak pasien pengguna ini merasa secara psikologis tergantung, tidak bisa mengontrol makan tanpa suntikan atau konsumsi obat ini," katanya.

"Nah saat dihentikan, cenderung berat badan itu rebound atau naik kembali nahkan lebih tinggi, lebih gemuk lagi. Ini yang disebut dengan fenomena Yoyo. Ini yang akhirnya bisa memicu siklus frustasi, depresi, bahkan gangguan makan," sambungnya.

Menurut Dicky, ketika seseorang ingin menurunkan berat badan sebaiknya tak menggunakan obat diabetes ini, melainkan memperbaiki gaya hidup yang sehat.

"Jadi yang harus diperbaiki semuanya gaya hidupnya, makan sehat, olahraga rutin, tidur cukup itu yang harus diperbaiki. Itu yang akan memperbaiki berat badan secara proporsional dan sehat dan obat ozempic ini bukan magic shot," tegasnya.

Diinformasikan Ozempic merupakan jenis GLP-1, obat yang biasanya diresepkan oleh dokter bersama dengan perbaikan pola makan dan aktivitas fisik agar gula darah dan berat badan lebih terkontrol.

Obat itu diperuntukkan bagi orang dengan diabetes tipe 2 maupun obesitas dengan kriteria tertentu, seperti indeks massa tubuh (BMI) paling sedikit 27 kg/m2, mengidap tekanan darah tinggi atau pun penyakit jantung.

Sayangnya, banyak orang menyalahgunakan obat ini untuk menurunkan berat badan secara instan.

(dec/spt)

No more pages