Magnet tanah jarang digunakan di berbagai produk, mulai dari mobil hingga mesin cuci dan jet tempur, dan menjadi senjata paling efektif Beijing dalam perseteruan dagang.
Setelah rangkaian pertemuan di Jenewa dan London musim panas ini, negosiator China berjanji akan menormalisasi arus ekspor. Awal bulan ini, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan China telah menunjukkan sebagian kemajuan.
Kontrol ekspor China mencakup tujuh dari 17 unsur tanah jarang, sekaligus magnet yang umumnya hanya mengandung sedikit material yang dibatasi.
Kebijakan itu membuat pasokan tersendat ke seluruh negara, sementara birokrasi China dan pembeli global menyesuaikan diri dengan rezim baru tersebut.
Krisis magnet ini mendorong pemerintahan Trump mempercepat kebijakan membangun rantai pasok tanah jarang domestik.
Pada Juli, Departemen Pertahanan AS menyetujui kontrak pasokan serta investasi sebesar US$400 juta di MP Materials Corp., satu-satunya penambang tanah jarang di AS untuk saat ini. Saham perusahaan tersebut sejak itu melonjak lebih dari 130%.
(bbn)





























