CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Melemahnya mayoritas Bursa Wall Street dan posisi IHSG yang sudah jenuh beli diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.
Sementara itu masih cukup besarnya aksi beli investor asing dan naiknya harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.820–7.740 dan resist 7.975–8.055,” analisis CGS International Sekuritas Indonesia pagi ini.
Saham-saham yang direkomendasikan CGS International Sekuritas Indonesia antara lain saham ENRG, CMRY, HEAL, ANTM, INKP, dan saham AKRA dengan keseluruhannya dengan rating Buy.
Senada, Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG mendekati area overbought dan volume jual meningkat signifikan.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dan berpeluang menutup gap down di level 7.800,” sebut riset Phintraco.
Beberapa agenda penting yang akan dicermati investor pada pekan ini diantaranya pertemuan para Bank Sentral dunia di Simposium Jackson Hole tanggal 21–23 Agustus 2025, di mana Chairman The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan berpidato pada Jumat (22/8/2025).
Investor mengharapkan mendapatkan indikasi kebijakan moneter The Fed selanjutnya dari pidato Powell tersebut.
Saham-saham pilihan Phintraco untuk hari ini adalah MYOR, MAPA, ASSA, PGAS, dan ELSA.
Kemudian, BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), memaparkan pelemahan IHSG disebabkan oleh aksi ambil untung investor.
“Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi seiring tekanan profit taking, dengan area support terdekat sekaligus penutupan gap di kisaran 7.800,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.
Sementara saham-saham pilihan versi BRI Danareksa Sekuritas hari ini adalah MLPL, MAPI, dan BBHI.
(fad)



























