"Meski beberapa investor membicarakan aliran dana yang deras dari deposito ke saham, pengamatan kami menunjukkan meski investor beraset tinggi memang berbondong-bondong masuk, sebagian besar investor individu lebih memilih produk pengelolaan kekayaan daripada membeli langsung saham atau reksa dana," tulis analis Western Securities Co, termasuk Cao Liulong, dalam catatan. Lot perdagangan yang kecil juga menunjukkan rendahnya partisipasi ritel.
Rumah tangga di China beralih ke saham untuk imbal hasil yang lebih baik karena suku bunga terus menurun. Namun, investor ritel belum berbondong-bondong membeli saham.
Saham China yang diperdagangkan di bursa ETF mengalami penjualan selama delapan pekan beruntun hingga 15 Agustus, menurut data yang dihimpun Bloomberg, meski indeks CSI 300 naik lebih dari 9% selama periode tersebut.
Sementara itu, ETF pendapatan tetap terus mencatatkan arus masuk, sedangkan penarikan dari reksa dana pasar uang tetap minim.
Patut dicatat, investor lokal bersikap hati-hati setelah mengalami beberapa kali krisis pasar dan banyak harapan palsu selama 10 tahun terakhir. Pemulihan laba dan prospek ekonomi yang signifikan juga belum terlihat.
Namun, investor ritel yang memiliki tabungan dalam jumlah rekor tertinggi tetap menjadi kekuatan potensial dalam menggerakkan pasar. Zheshang Securities Co memperkirakan sekitar 4,25 triliun yuan (US$592 miliar) tabungan berlebih dapat disalurkan ke saham.
China Securities Co memproyeksikan jumlah yang lebih besar, yaitu 60 triliun yuan. Aliran dana tersebut mungkin akan dilepas seiring dengan premi risiko saham mendekati level tertinggi sepanjang masa.
Menurut Cao dari Western Securities, ada juga dukungan dari investor institusional agar saham naik lebih lanjut. Laju pembukaan rekening oleh kelompok investor tersebut meningkat lebih cepat. Aset yang dikelola dana swasta dan dana dengan leverage yang menuju rekor menunjukkan adanya partisipasi investor yang lebih berpengalaman.
"Meski kenaikan akhir-akhir ini bisa dikaitkan dengan transfer dana dari deposito, masih banyak dana yang belum dimanfaatkan dan ekspektasi akan kenaikan lebih lanjut masih tinggi," kata Niu Chunbao, manajer investasi di Shanghai Wanji Asset Management.
"Dengan imbal hasil tabungan yang begitu rendah, kemungkinan besar kenaikan ini hanya akan mendorong lebih banyak aliran dana ke saham."
(bbn)





























