Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Indonesia tahun 2025 di tingkat pusat. Sejumlah rangkaian kegiatan diagendakan digelar di Monumen Nasional (Monas) dan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Melansir Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor B-25/M/S/TU.00.03/08/2025, upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia dan upacara penurunan bendera Sang Merah Putih dipusatkan di halaman Istana Merdeka.

Presiden Prabowo Subianto juga akan bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam upacara tersebut. Nantinya, sejumlah pejabat negara dan tamu kenegaraan akan menghadiri upacara tersebut.

Adapun, para tamu undangan akan menggunakan pakaian Wasta Nusantara dalam upacara di Istana Merdeka tersebut.

Lebih lanjut, acara di Istana Merdeka akan dimulai dengan Kirab Bendera Sang Merah Putih dan Teks Proklamasi. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian hingga pukul 10.00 WIB.

Dalam pidato perayaan HUT ke-80 RI di Sekolah Partai DPP Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta,  Megawati membawa pesan menjaga semangat kemerdekaaan kepada para kader, pengurus, hingga simpatisan.

"Tigas kita sebagai kader PDI Perjuangan adalah menjaga api kemerdekaan agar tetap menyala, tidak pernah padam oleh dorongan kepentingan pribadi maupun golongan , tidak goyah oleh godaan kekuasaan, dan tidak tunduk pada politik yang mengkhianati rakyatnya sendiri."

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Senior Partai Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan seusai perayaan HUT ke-80 RI berkomentar atas absennya kembali Megawati. Ia sejatinya berharap para presiden terdahulu yang hadir dalam upacara HUT RI perdana era Presiden Prabowo Subianto lengkap.

"Ya memang kita berharap lengkap tapi mungkin ibu Mega berhalangan ya nggak papa,"ujar Luhut di Istana Presiden, Minggu. Luhut menilai kekompakan menjadi kunci dalam persatuan para tokoh.  Akan tetapi, tegas Luhut, yang penting bagi pemerintah adalah menunjukkan kepada rakyat bahwa mereka bersatu.

"Saya pikir, seperti yang saya katakan tadi kekompakan menjadi kunci ya. Jadi ada pak SBY, ada pak Jokowi, ada presiden kan ini 3 presiden yang terpilih. Pertama pak SBY, kedua pak Jokowi dan ketiga pak Prabowo. Saya kira satu momen yang bagus menurut saya menunjukkan kepada rakyat kita bahwa kita bisa akur," ujarnya.

*) Artikel mendapat pembaruan dari pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan dan Megawati.

- Dengan asistensi Dinda Decembria danWhery Enggo Prayogi.

(azr/ain)

No more pages