Logo Bloomberg Technoz

Dia menyoroti pertumbuhan ekonomi yang merata di berbagai sumber, mulai dari investasi, ekspor-impor, terutama impor barang modal, hingga belanja modal pemerintah. Selain itu, kepercayaan konsumen dan produsen turut membaik, memperkuat optimisme pasar.

Menanggapi potensi koreksi akibat kenaikan harga saham-saham di luar LQ45 yang relatif lebih volatil, Mahendra menegaskan basis kenaikan IHSG tetap bersandar pada fundamental.

“Fundamental ini tidak berubah setiap saat. Memang ada pihak yang memanfaatkan fluktuasi harga, tetapi secara menyeluruh, kinerja perusahaan di bursa lebih banyak yang positif,” katanya.

Sebelumnya, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga awal Agustus 2025 mencatat sekitar 800 emiten telah menyampaikan laporan keuangan semester I-2025, namun hanya 53% yang membukukan kenaikan laba dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa dari lebih 800 emiten yang telah melaporkan kinerja tengah tahunan, 74% di antaranya meraih laba dan 53% mencatat pertumbuhan laba.

Secara agregat, laba bersih semester pertama 2025 tumbuh 21,2% secara tahunan (year-on-year), terutama ditopang sektor basic materials, consumer cyclicals, dan teknologi. Sementara itu, kinerja sektor energi masih tertekan akibat penurunan harga komoditas sejak kuartal I-2025 sehingga tidak menjadi pendorong bagi IHSG.

(art/roy)

No more pages