Mata uang yuan di pasar offshore stabil setelah rilis data, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun sedikit turun. Saham-saham China sebagian besar bertahan di zona merah, dengan Indeks Hang Seng China Enterprises melemah 1% dan CSI 300 di bursa domestik bergerak tipis ke bawah.
Gambaran terbaru ini menunjukkan laju pertumbuhan China merosot setelah pada awal tahun sempat menunjukkan ketahanan, yang mendorong Beijing untuk bersikap menunggu dalam mengambil stimulus tambahan.
Pimpinan tertinggi telah memberi sinyal tetap berpegang pada langkah dukungan yang sudah direncanakan, sembari menjanjikan tambahan stimulus bila diperlukan. Analis memperkirakan strategi ini akan disesuaikan berdasarkan data ekonomi beberapa bulan mendatang.
Selain ketidakpastian prospek perdagangan global, aktivitas industri dan konstruksi juga terganggu cuaca ekstrem. Gelombang panas, hujan lebat, dan banjir di berbagai wilayah China pada Juli memperburuk kondisi di musim yang memang biasanya lesu bagi perekonomian.
Pertumbuhan pinjaman baru dalam denominasi yuan justru mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, mencerminkan lemahnya minat meminjam dan belanja masyarakat.
Meski demikian, ekspor tetap menjadi titik terang bagi perekonomian sepanjang tahun ini, meskipun pengiriman ke Amerika Serikat menurun setelah Donald Trump menaikkan tarif impor.
Alih-alih meluncurkan stimulus besar-besaran, Beijing dalam beberapa pekan terakhir fokus menekan persaingan usaha yang tidak sehat. Kampanye ini menarik perhatian investor mengingat besarnya pengaruh terhadap pemulihan ekonomi dan profitabilitas perusahaan di berbagai sektor, mulai dari baja hingga energi surya dan mobil listrik.
Pemerintah juga sedang mencari cara untuk meningkatkan konsumsi domestik demi mengurangi ketergantungan pada permintaan luar negeri di tengah persaingan yang memanas dengan AS.
Pekan ini, otoritas mengumumkan rencana subsidi sebagian bunga untuk pinjaman konsumsi tertentu. Sebelumnya, pemerintah juga menyatakan akan secara bertahap menghapus biaya pendidikan prasekolah serta memberikan subsidi perawatan anak bagi keluarga di seluruh negeri.
(bbn)































