Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), baru bara masih bertengger di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 58. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 7. Jauh di bawah 20, sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara berpeluang bangkit. Target resisten terdekat ada di US$ 112/ton. Jika tertembus, maka US$ 114/ton bisa menjadi target berikutnya.
Sedangkan target support terdekat adalah US$ 109/ton. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga batu bara ke arah US$ 104ton.
Sentimen Penggerak Harga Batu Bara
Ekspektasi akan lesunya permintaan menjadi beban bagi laju harga batu bara. Terutama di China, konsumen batu bara terbesar dunia.
Bloomberg News mengabarkan, sepertinya produksi industri China akan turun pada Juli. Konsensus pasar yang melibatkan 33 ekonom menghasilkan median proyeksi pertumbuhan produksi industri sebesar 6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Lebih rendah ketimbang pertumbuhan Juni yang sebesar 6,8%.
Sementara penjualan ritel pada Juli diperkirakan tumbuh 4,6% yoy. Jika terwujud, maka akan menjadi yang terlemah dalam 5 bulan terakhir.
Saat perekonomian di China masih melambat, maka kemungkinan permintaan energi juga akan seret. Alhasil, ada persepsi bahwa permintaan batu bara akan melemah di tengah produksi yang melimpah. Ini menyebabkan harga terkoreksi ke bawah.
(aji)






























