“Saya rasa kita bisa masuk ke fase penurunan suku bunga acuan, dimulai dengan pemotongan 50 basis poin (bps) pada September. Jika Anda melihat berbagai model, seharusnya kita sudah menurunkan suku bunga acuan 150, mungkin 175 bps. Saya rasa semestinya sudah ada penurunan pada Juni dan Juli,” terang Bessent dalam wawancara di program Bloomberg Surveillance.
Pernyataan Bessent ini mengerek ekspektasi bahwa Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat benar-benar akan menurunkan suku bunga acuan. Bahkan mulai bermunculan penurunannya bisa ‘jumbo’.
Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 bps menjadi 4-4,25% dalam rapat September adalah 93,8%. Namun kini ada pula kemungkinan penurunan 50 bps ke 3,75-4% yaitu sebesar 6,2%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan kala suku bunga bergerak turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah akan ada penurunan 3 hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh di atas 50 yang berarti cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 68. Menghuni area beli (long) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, ada kemungkinan harga emas masih bisa naik. Target resisten terdekat ada di US$ 3.373/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 3.405/troy ons.
Sedangkan US$ 3.358/troy ons akan menjadi pivot point. Dari sini, harga emas berisiko menguji support US$ 3351/troy ons. Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.318/troy ons.
(aji)































