Logo Bloomberg Technoz

Bayangan akan melimpahnya pasokan kembali menghantui benak pelaku pasar. Pada Juni, produksi batu bara China naik 3,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk 2025, China menargetkan produksi naik 1,5% menjadi 4,82 miliar ton. Jika terwujud, maka Ini akan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sedangkan permintaan masih lemah. Produksi listrik dari energi fosil di China pada kuartal I-2025 turun 4,7% secara tahunan.

Coal train./Bloomberg-Justin Merriman

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana ‘ramalan’ harga batu bara untuk hari ini? Apakah mungkin akan ada penurunan 7 hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih bertahan di zona bullish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 58. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 7. Jauh di bawah 20, yang berarti sangat jenuh jual (oversold).

Dengan koreksi yang sudah cukup dalam, sejatinya harga batu bara berpeluang bangkit. Target resisten terdekat adalah US$ 112/ton. Jika tertembus, maka target lanjutan ada di level US$ 114-115/ton.

Adapun target support terdekat adalah 109/ton. Penembusan di titik ini berisiko menyebabkan harga batu bara rontok ke arah US$ 104/ton sebagai target paling pesimistis.

(aji)

No more pages