Sebelumnya memang pemerintah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak perekonomian khususnya daya beli masyarakat. Salah satu stimulus yang digulirkan oleh pemerintah adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU)
Bantuan langsung tunai tersebut memiliki nilai sebesar Rp600.000 diberikan kepada pekerja formal yang memiliki upah di bawah Rp3.500.000 per bulan.
Bantuan tersebut menyasar sekitar 17,3 juta pekerja aktif di sektor formal dan sekira 565 ribu guru honorer di bawah naungan Kemendikbud dan Kemenag.
Sementara itu, Colliers Indonesia mencatat tingkat okupansi mal menengah ke bawah di Jakarta pada semester I-2025 berada di kisaran angka 50%, berbanding terbalik dengan pusat perbelanjaan kelas atas dan premium yang memiliki tingkat keterisian 80 hingga 90%.
Meski begitu, Colliers menyebutkan Food and Beverages (F&B) menjadi sektor yang memiliki peran penting untuk menaikkan tingkat keterisian di pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia di sepanjang semester I-2025.
Saat ini, sektor makanan dan minuman menyangga sekitar 41,2% dari okupansi pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta pada Semester I-2025. Sementara itu, sektor fashion dan apparel menyumbang sekitar 22,1% dari tingkat keterisian mal.
Selanjutnya, sektor beauty and wellness menyumbang 12,2% dari tingkat keterisian mal. Sebanyak 7,4% diisi oleh tenant-tenant lifestyle, 6,7% disumbang dari home and furniture. Sisanya disumbang oleh watch and jewelry serta lainnya masing masing sebesar 5,1% dan 5,3%.
(ell)































