Logo Bloomberg Technoz

1. Jenderal (Hor) Yunus Yosfiah 

Yunus Yosfiah memulai karier militernya di kesatuan infanteri atau pasukan jalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan. Dia menempuh berbagai penugasan penting termasuk Operasi Seroja di Timor Timur, dan dikenal sebagai perwira lapangan tangguh yang kemudian menduduki jabatan strategis seperti Komandan Korem 164/Dili, Pangdam IX/Udayana, serta Kepala Staf Sosial Politik ABRI.

Dalam perannya, Yunus menggabungkan operasi militer dengan pembinaan teritorial yang mengedepankan keamanan dan sosial politik, sekaligus merumuskan kebijakan hubungan TNI dengan masyarakat sipil pada masa transisi reformasi. Yunus kemudian dipercaya sebagai Menteri Penerangan di era Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie. 

2. Jenderal (Hor) Sjafrie Sjamsoeddin

Dalam masa awal kariernya, Sjafrie Sjamsoeddin terlibat dalam berbagai operasi militer seperti Operasi Flamboyan di Timor Timur (1976, 1984, 1990), Operasi Nanggala XXI di Aceh (1977), dan Tim Maleo di Irian Jaya (1987). Sjafrie memimpin Grup A Paspampres yang mengawal Presiden ke-2 Soeharto dalam setiap kegiatan Presiden.

Selanjutnya, teman dekat Prabowo ini juga pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya (1997-1998) yang memimpin pengamanan Jakarta pasca-kerusuhan Mei 1998, kemudian Kapuspen TNI, Sekjen Kementerian Pertahanan, dan Wakil Menteri Pertahanan. Pada 2024, Sjafrie dipercaya menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Merah Putih. 

3. Jenderal (Hor) Muhammad Herindra

Muhammad Herindra merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1987 sekaligus peraih Adhi Makayasa, menempuh berbagai pendidikan lanjutan di Sekolah Staf dan Komando TNI AD, Malaysia, serta meraih dua gelar master dari Universitas Salford dan Universitas Nasional Malaysia. Dalam karier militernya, Herindra terlibat dalam operasi seperti tiga penugasan di Timor Timur dan operasi di Aceh.

Hal itu membawanya ke jabatan strategis seperti Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Kodam Ill/siliwangi, Inspektur Jenderal TNI, dan Kepala Staf Umum TNI. 

Pada 23 Desember 2020, Herindra diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan untuk mendukung Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam memperkuat industri pertahanan dan mengelola aset Kementerian Pertahanan. Pada 2024, Herindra ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

4. Jenderal (Hor) Agus Sutomo

Agus Sutomo lulus dari Akademi Militer pada 1984 dari kecabangan Infanteri, khususnya pasukan elit Kopassus. Agus melanjutkan pendidikan militernya di sekolah seperti Seskoad dan Lemhannas RI, serta berjuang dalam operasi militer di Timor Timur, Aceh, dan Papua.

Dalam kariernya, Agus pernah menjabat Komandan Paspampres (2009-2011), Komandan Jenderal Kopassus (2011-2012), Panglima Kodam Jaya (2012-2013), dan Inspektur Jenderal Kemhan (2013-2015). Agus juga meraih berbagai tanda kehormatan seperti Bintang Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, dan Bintang Yudha Dharma Pratama.

5. Jenderal (Hor) Ali Sadikin 

Ali Sadikin adalah tokoh militer Marinir dan Angkatan Laut Indonesia. Ali terkenal sejak menjabat komandan batalyon pada usia 26 tahun. la memimpin pendaratan amfibi KKO dalam operasi penumpasan Permesta di Minahasa dan berperan dalam pembentukan Korps Marinir serta pangkalan laut di Tegal, juga aktif dalam berbagai operasi kemerdekaan.

Setelah karier militernya, Ali menjadi Gubernur DKI Jakarta (1966-1977) dan mentransformasi kota ini melalui proyek seperti Taman Ismail Marzuki, Ancol, dan penataan Monas, serta penertiban kampung kumuh dan pengembangan transportasi.

(dov/frg)

No more pages