Logo Bloomberg Technoz

CATL menghentikan produksi di tambang Jianxiawo, Provinsi Jiangxi, selama setidaknya 3 bulan setelah izin tambangnya berakhir pada 9 Agustus, menurut sumber Bloomberg pada akhir pekan lalu.

Raksasa baterai kendaraan listrik tersebut mengonfirmasi penghentian operasi pada Senin, namun tidak memberikan jadwal pasti untuk memulai kembali.

Perusahaan mengatakan tengah mengajukan pembaruan izin tambang dan akan melanjutkan produksi “sesegera mungkin” setelah izin terbit. CATL juga menegaskan bahwa penghentian ini berdampak minim terhadap operasional secara keseluruhan.

Kontrak berjangka litium karbonat teraktif di Guangzhou Futures Exchange melonjak 8% — batas kenaikan harian — pada pembukaan perdagangan Senin, menurut pelaku pasar yang memantau harga secara langsung.

Kontrak pengiriman November diperdagangkan di 81.000 yuan per ton, naik dari level penyelesaian 75.000 yuan pada Jumat.

Saham PLS Ltd. (sebelumnya Pilbara Minerals Ltd.) sempat naik hingga 19% di Sydney, Liontown Resources Ltd. melesat 25%, dan Mineral Resources Ltd. menguat 14%.

Pelaku pasar kini memantau potensi pembatasan produksi di wilayah Yichun, yang berkembang menjadi pusat logam baterai.

Pemerintah setempat telah meminta 8 perusahaan tambang menyerahkan laporan cadangan sebelum akhir September, menurut catatan pialang dan analis, menyusul audit yang menemukan pelanggaran dalam proses pendaftaran dan perizinan.

“Dalam jangka pendek, harga mungkin bergerak di luar level wajar, namun kondisi CATL tidak mengubah struktur kelebihan pasokan di pasar,” ujar Zhang Weixin, analis di China Futures Co.

“Namun, jika gangguan produksi meluas ke tambang lain di Yichun setelah 30 September, harga litium bisa naik lebih tinggi lagi.”

Analis Citigroup Inc. dalam catatannya menyebutkan mereka tidak memperkirakan penghentian produksi ini akan menimbulkan defisit pasokan yang signifikan, namun akan “mengangkat sentimen pasar dalam jangka pendek.”

(bbn)

No more pages