PLTG 10 GW Diramal Jadi Beban Rp155 T, Hambat Transisi Energi RI
Muhammad Fikri
09 August 2025 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana PT PLN (Persero) menambah 10,3 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034 dinilai berisiko memicu beban keuangan negara hingga Rp155,8 triliun per tahun.
Dalam kaitan itu, Policy Strategist CERAH Sartika Nur Shalati berpendapat lonjakan kapasitas pembangkit gas akan mengerek kebutuhan pasokan gas PLN hingga 60% menjadi 2.352 billion british thermal unit per day (BBtud) pada 2034.
Dengan asumsi harga gas bumi tertentu (HGBT) maksimal US$6 per million british thermal unit (MMBtu), lanjutnya, biaya pembelian gas bisa mencapai US$5,15 miliar atau setara Rp84,98 triliun per tahun (kurs Rp16.500).
“Selisih harga gas dengan HGBT yang selama ini rata-rata sekitar US$5/MMBtu akan menambah beban subsidi sekitar Rp70,82 triliun per tahun,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/8/2025).
“Jika skenario penambahan 10,3 GW pembangkit gas terealisasi, total biaya tahunan berpotensi menembus Rp155,8 triliun—nyaris setara target penerimaan negara sektor migas tahun depan,” sambungnya.






























