Bloomberg Technoz telah meminta konfirmasi kepada Woodside Energy lewat pos-el terkait dengan kajian data open area di Indonesia. Hanya saja, permohonan konfirmasi tidak ditanggapi sampai berita ini tayang.
Belakangan, Woodside Energy bersama dengan sejumlah perusahaan migas kelas kakap dunia kembali melirik peluang eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia.
Misalkan, TotalEnergies SE resmi masuk ke Indonesia lewat akuisisi 24,5% hak partisipasi atau participating interest (PI) blok eksplorasi Bobara, garapan Petroliam Nasional Berhad atau Petronas.
Akusisi itu menandai minat TotalEnergies untuk kembali berinvestasi di sisi hulu migas Indonesia, setelah pada 2018 raksasa migas Prancis itu mengembalikan Blok Mahakam ke pemerintah.
Selepas Bobara, TotalEnergies juga melanjutkan kerja sama dengan Petronas untuk studi eksplorasi open area Seram-Aru.
“Sejauh ini kita telah berbicara dan bekerja dengan Total, terkait dengan kerja sama di area ini,” kata Vice President of International Asset Petronas Mohd Redhani bin Abdul Rahman di pergelaran IPA Convex di ICE BSD, Selasa (20/5/2025).
Adapun, area Seram-Aru yang tengah dipelajari Petronas bersama dengan TotalEnergies itu berdekatan dengan Blok Bobara dan Blok Banaiya. Kedua blok yang disebut terakhir itu tengah dikembangkan Petronas.
Selain TotalEnergies, beberapa perusahaan besar lainnya seperti Shell Plc dan Chevron Corp juga tengah melirik kembali peluang untuk investasi di Indonesia.
Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas Asnidar membeberkan lembaganya telah bertemu dengan Tim Teknikal Shell untuk berdiskusi mengenai rencana investasi perusahaan Inggris tersebut.
Bahkan, Shell saat ini tengah mengkaji potensi WK yang ada di Tanah Air mulai dari Sabang hingga Merauke bagian laut dalam. Rencana tersebut juga termasuk dalam kegiatan untuk mengeksplorasi hulu migas di Tanah Air.
“Dari Sabang sampai Merauke. Jumat kemarin kami baru diskusi dengan Tim Teknikal mereka, Shell. Hasil revisi mereka semoga ada kabar baik,” kata Asnidar kepada Bloomberg Technoz, dikutip Selasa (27/5/2025).
Lelang Blok
Menyusul ramainya minat joint study sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bisa membawa 20 blok untuk dilelang tahun ini.
Kepala Pusat Survei Badan Geologi Kementerian ESDM Edy Slameto berjarap 20 blok itu dapat mengerek kegiatan eksplorasi yang lebih masif di Indonesia.
"Sebanyak 16 wilayah kerja akan ditawarkan melalui penawaran langsung dan 4 wilayah kerja akan ditawarkan melalui tender reguler pada tahun 2025," kata Edy dalam IPA Convex 2025 di ICE BSD dikutip Senin (26/5/2025).
Adapun, tiga WK telah ditawarkan lewat putaran lelang tahap I 2025 pada gelaran IPA Convex 2025 di ICE BSD pada pertengahan Mei 2025 lalu.
Ketiga blok migas itu di antaranya WK Gagah di Sumatera Selatan, WK Perkasa di lepas pantai Jawa Timur dan WK Lavender offshore Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Rencanannya, putaran lelang tahap kedua akan dibuka pada September tahun ini.
Beberapa WK yang rencanannya akan ditawarkan pada sisa tahun ini lewat skema penawaran langsung di antaranya WK Southwest Andaman, Meuseuraya, Bintuni, Drawa, Barong, Muara Trambesi, Jalu, Natuna D Alpha, Mabelo, Talu, Kisaran, Abar-Anggursi, Bangko.
Sementara itu terdapat 4 WK yang masuk dalam penawaran reguler di antaranya West Glagah Kambuna, Rangkas, Majalengka hingga Tanimbar.
(naw/wdh)






























