Logo Bloomberg Technoz

Salah satu kendalanya adalah infrastruktur telekomunikasi yang menumpuk dan belum merata di Tanah Air. Padahal jumlah penyedia layanan internet (ISP) di Indonesia saat ini sudah sekitar 1.300 perusahaan. 

“Kan ini memang jadi PR kita bersama untuk bersama-sama, bareng, bagaimana ke depan kita menciptakan regulasi yang benar-benar dapat mendorong, bukan hanya pemerataan aja, tapi juga kualitas internet di Indonesia,” tutur Arif.

Tingkat Penetrasi Internet Berdasarkan Pulau

Jawa masih mendominasi tingkat penetrasi internet berdasarkan pulau. Ini berangkat dari fakta bahwa masyarakat Indonesia terbanyak ada di pulau tersebut dengan penetrasi internet 84,69% dan kontribusi sebesar 58,14%.

Sumatera mengikuti dengan penetrasi internet 77,12% dan kontribusi 20,51%, Kalimantan penetrasinya 78,72% dan kontribusi 6,05%, Sulawesi penetrasi internetnya 71,64% dan kontribusi 6,46%, Bali dan Nusa Tenggara penetrasinya 76,86% dan kontribusi 5,13%, serta Maluku dan Papua penetrasi internetnya 69,26% dan kontribusi 3,71%.

“Dan ini juga yang baru sebenarnya, baru tahun lalu kita juga melakukan survei di daerah tertinggal atau daerah 3T [tertinggal, terdepan, terluar]. Jadi, sebenarnya daerah 3T tidak mengambil porsi terlalu banyak dari total pengguna internet, hanya sekitar 1,91% [kontribusi] dari total pengguna internet Indonesia,” ungkap Arif.

Sementara daerah yang tidak tertinggal kontribusinya mencapai 98,09%. Dengan penetrasi internet di daerah tertinggal 80,55% dan daerah tidak tertinggal 80,95%. “Tapi tentunya daerah 3T juga menjadi perhatian khusus kita, karena bagaimanapun mereka juga bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dilayani internet ke depannya,” kata Arif.

Ilustrasi Koneksi Internet Selalu Aktif (Envato)

Secara gender, dia menilai angka kontribusinya hampir merata dengan data laki-laki 51,5% dan perempuan 48,5%. Untuk penetrasi internet laki-laki mencatatkan 82,73% dan perempuan 78,57%.

Tingkat Penetrasi Internet menurut Kelompok Generasi

Berdasarkan kelompok generasi,  Gen Alpha memiliki kontribusi 23,19%, Gen Z 25,54%, Milenial 25,17%, Gen X 18,15%, Baby Boomer 7,53%, dan Pre Boomer 0,43%. Pada tingkat penetrasi internetnya, Gen Alpha 79,73%, Gen Z 87,80%, Milenial 89,12%, Gen X 79,48%, Baby Boomer 59,40%, dan Pre Boomer 20,88%.

“Jadi tentunya di usia produktif, termasuk anak-anak kita mungkin, saya bilang kalau sekarang sebenarnya kalau saya survei dari umur 0 tahun, kita udah pengguna internet semua nih sebenarnya. Karena anak-anak kita yang baru lahir kalau nggak nonton YouTube, nggak mau makan,” kata Arif.

“Hampir 100% sebenarnya, ini mungkin perlu, sayangnya mereka yang di bawah 13 tahun nih nggak bisa melakukan survei nih, kita nggak bisa survei, jadi belum dalam objek survei yang kita lakukan.”

Platform Ecommerce Paling Sering Diakses

Hasil survei APJII juga memberi peringkat pada toko online yang paling sering diakses oleh masyarakat Indonesia. Shopee menempati urutan pertama dengan skor hasil survei sebesar 53,22% pada 2025, naik dibandingkan pada tahun lalu yaitu 41,65%. TikTok Shop berada di peringkat kedua, skor penilaiannya tahun ini 27,37% atau naik dibandingkan periode 2024, 12,2%.

Pada urutan ketiga ada Tokopedia yang memiliki persentase sebesar 9,57%, dan angkanya pun naik dibandingkan tahun lalu yaitu 9,40%. Diikuti Lazada 9,09% pada tahun ini, namun persentasenya turun dari 2024 senilai 17,54%. Sisanya Blibli dengan 0,29%, Facebook Marketplace 0,25%, dan lainnya 0,21%.

Adapun berdasarkan jenis kelaminnya, Shopee pun tetap menduduki urutan teratas dengan laki-laki sering mengaksesnya sebesar 54,03% dan perempuan 52,39%. Selain Shopee, TikTok Shop dan Tokopedia juga menempati urutan kedua dan ketiga paling sering diakses menurut gender. Persentase laki-lakinya untuk TikTok Shop 23,50% dan perempuan 31,05%, sementara angka laki-laki yang akses Tokopedia senilai 11,60% serta perempuannya 7,65%.

Lalu, toko online yang sering diakses berdasarkan jenis kelamin berikutnya yaitu Lazada 9,95% untuk laki-laki dan perempuan 8,28%, Blibli 0,33% untuk laki-laki dan perempuan 0,32%, Facebook Marketplace 0,33% untuk laki-laki dan perempuan 0,17%, serta toko lainnya 0,27% untuk laki-laki dan perempuan 0,14%.

Jika diamati menurut generasi, Shopee tetap menjadi nomor satu pada hampir semua kelompok usia. Mulai dari Gen Z senilai 52,97%, Milenial 52,85%, Gen X 54,24%, Baby Boomer 55,25%, dan Pre Boomer 100%. Sementara itu, pengguna TikTok Shop paling banyak dari Gen Z sebesar 30,09%. Diikuti Milenial 26,68%, Gen X 23,76%, Baby Boomer 17,68%, dan tak diakses oleh Pre Boomer atau 0%.

Berbeda dengan Tokopedia, yang justru terbanyak digunakan oleh Baby Boomer dengan 13,26%. Disusul Gen X 9,74%, Gen Z 9,70%, Milenial 9,13%. Selain TikTok Shop, Tokopedia pun tidak diakses oleh Pre Boomer atau 0%.

Kemudian toko online selanjutnya yang sering diakses masyarakat Indonesia berdasarkan generasi yakni Lazada dengan terbanyak dipakai Baby Boomer sebesar 13,81%, Facebook Marketplace paling banyak diakses Gen X 0,76%, dan Blibli digunakan terbanyak oleh Gen Z dan Milenial dengan persentase yang sama yakni 0,31%.

(far/wep)

No more pages