Saham–saham konsumen non primer, saham keuangan, dan saham properti menjadi pendorong penguatan IHSG dengan melesat mencapai 3,72%, 1,32% dan 1,11%.
Adapun saham konsumen non primer yang terbang tinggi di zona hijau adalah, saham PT MNC Sky Vision Tbk (MKSY) menguat 34,4%, saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) melesat 34%. Saham PT MNC Land Tbk (KPIG) terapresiasi 24,2%.
Senada, saham keuangan juga melesat hingga menjadi pendorong IHSG, saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) menguat 24,5%, saham PT MNC Financial Services Tbk (BCAP) melesat 23,2%. Saham PT IndoKripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat kenaikan 21%.
Saham–saham LQ45 juga menguat hingga melesat di teritori positif i.a, adalah saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melesat 5,68%, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melejit 5,36%. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terapresiasi 5,24%.
Sama halnya, tren positif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat kenaikan 5,19%, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat 3,17%. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terapresiasi 2,95%.
Menguatnya IHSG dan sejumlah saham–saham unggulan searah dengan rilis data PDB Indonesia Kuartal II–2025 yang berhasil tumbuh di atas ekspektasi, dengan mencatatkan percepatan pertumbuhan ekonomi.
Adapun secara tahunan (year–on–year/yoy), ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan lebih tinggi dari ekspektasi pasar, mencapai 5,12% pada Kuartal II–2025 dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pencapaian ini lebih baik dibanding Kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,87% yoy. Sedang, konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg yang melibatkan 30 institusi menghasilkan angka median proyeksi 4,8% yoy.
Dibanding dengan Kuartal sebelumnya (quarter–on–quarter/qoq), PDB Indonesia tumbuh 4,04%. Membaik dibanding Kuartal sebelumnya yang tumbuh negatif -0,98% qoq pada Kuartal pertama tahun ini.
“Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II–2025 tercatat 5,12% secara tahunan dibanding Kuartal II–2024. Angka pertumbuhan secara Kuartalan 4,04% dibanding kuartal sebelumnya," ujar Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS dalam Konferensi Pers, Selasa.
Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB pada kuartal kedua atas dasar harga berlaku adalah Rp5.947 triliun. Sementara itu, atas dasar harga konstan, angkanya Rp3.396,3 triliun.
“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II–2025 secara tahunan– dari sisi lapangan usaha, seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha yang memberi kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan dan pertambangan dengan total 63,59% dari PDB,” kata Edy di kantor BPS di Jakarta.
Adapun Bursa Saham Asia juga kompak menguat pada perdagangan hari ini. Indeks KOSPI melesat 1,6%, Shanghai Composite terbang 0,96%, CSI 300 China terapresiasi 0,8%, Shenzhen Comp. China menguat 0,77%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,68%, Strait Times Singapore mencatat kenaikan 0,27%, dan NIKKEI 225 menguat 0,64%.
(fad)




























