"Kalau dicapai kesepakatan tadi, kita bisa antisipasi. Sebenarnya punya ruang untuk meningkatkan ekspor kita untuk barang-barang listrik ini, terbuka luas jika dengan tarif negara lain," tutur dia.
Begitu juga dengan produk alas kaki. Salah satu barang ekspor andalan Indonesia ke AS tersebut juga kini memiliki daya saing lebih tinggi dibandingkan kompetitor lain, seperti China yang memiliki tarif 30%, Vietnam 20%; serta Kamboja 19%.
"Dalam kaitan itu, tentu kami di bawah koordinasi pemerintah, mendukung upaya lebih lanjut untuk meningkatkan daya saing, sehingga kita bisa lebih lanjut memanfaatkan peluang tadi ditengah kondisi disruptif ini."
(lav)
No more pages



























