Pekan ini, pemerintahan Donald Trump menjadikan pembelian minyak Rusia sebagai alasan untuk mengenakan tarif impor tinggi kepada India, serta mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan yang belum dirinci.
Sebagai respons, pemerintah New Delhi meminta perusahaan kilang untuk menyusun dan menyerahkan rencana diversifikasi pasokan minyak mentah.
Achilles dan Elyte, keduanya kapal jenis Aframax, memiliki kapasitas angkut sekitar 700.000 barel per kapal.
Pelabuhan Sikka merupakan fasilitas ekspor-impor milik Reliance Industries Ltd. dan Bharat Petroleum Corp. Ltd. Reliance maupun BPCL belum memberikan komentar atas situasi ini.
Dua kapal tanker lain, Destan dan Horae, juga terpantau berada di perairan sekitar wilayah tersebut dengan membawa minyak mentah Rusia.
Destan — yang juga masuk daftar sanksi Uni Eropa dan Inggris — dijadwalkan tiba di Sikka pada 24-25 Juli.
Sementara Horae yang menuju Vadinar dengan estimasi kedatangan 1 Agustus, tidak masuk daftar sanksi dari Uni Eropa, Inggris maupun Amerika Serikat.
Namun, tujuan akhir kedua kapal Aframax ini masih dapat berubah sewaktu-waktu.
(bbn)






























