Kenaikan ini membuat investor harus merogoh kocek hampir Rp34,7 juta hanya untuk membeli 1 lot saham DCII.
Berdasarkan data BEI, harga saham DCII sudah melonjak 128,1% secara month-to-date (mtd) dari posisi akhir Juni 2025 yang berada di level Rp152.000/saham. Sepanjang tahun (year to date/ytd) bahkan telah menjulang 304%.
Kenaikan tajam ini menjadikan saham DCII sebagai salah satu saham termahal di pasar modal Indonesia saat ini.
Ini merupakan kali kedua dalam bulan Juli 2025 BEI melakukan suspensi terhadap saham DCII. Sebelumnya, perdagangan saham emiten ini sempat dihentikan pada 22 Juli 2025 dan kembali dibuka pada 23 Juli sebelum kembali disuspensi hari ini.
Manajemen DCII sendiri sebelumnya telah menyampaikan penjelasan kepada BEI atas volatilitas harga yang terjadi. Namun, hingga kini belum ada pernyataan terbaru dari pihak perseroan menyusul suspensi kedua dalam waktu kurang dari sepekan ini.
BEI mengimbau kepada para investor dan pelaku pasar untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.






























