Logo Bloomberg Technoz

Malaysia Terkena Imbas Asap Karhutla di Riau

Delia Arnindita Larasati
22 July 2025 18:40

Suasana wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (7/6/2023). (Dok. BNPB)
Suasana wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (7/6/2023). (Dok. BNPB)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kondisi kualitas udara di Malaysia memburuk akibat asap lintas batas dari Indonesia. Pada Senin (21/7) pagi, delapan lokasi di negara tersebut mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) di atas ambang tidak sehat, yakni di atas angka 100. Alor Gajah, Melaka menjadi wilayah dengan tingkat pencemaran tertinggi, mencapai angka 160.

Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait potensi asap lintas batas yang berdampak pada sejumlah wilayah. Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (19/7), MetMalaysia menjelaskan bahwa titik-titik panas di Sumatra yang terpantau melalui citra satelit pada Jumat (18/7) dan dilaporkan oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), kemungkinan besar menjadi sumber asap yang terbawa oleh angin dari arah barat daya menuju Semenanjung Malaysia.

"Asap saat ini memengaruhi beberapa negara bagian di pesisir barat Semenanjung Malaysia," tulis MetMalaysia seperti diberitakan Channel News Asia (CNA). Lembaga tersebut juga menyebut tidak ada perubahan arah angin atau cuaca dalam beberapa hari ke depan yang dapat membantu meredakan dampak asap tersebut.


Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang meninjau langsung titik-titik karhutla melalui udara pada Senin (21/7) menyatakan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Riau telah terdampak, dengan kondisi terparah di Kabupaten Bengkalis dan Kampar.

Untuk mendukung penanganan, BNPB menambah jumlah helikopter patroli dari satu menjadi dua unit, serta helikopter water bombing dari tiga menjadi lima unit. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga juga kembali digelar mulai Senin.